Dimandikan Mak Mertua
Desember 22, 2006
Kamar mandinya begitu lembab, gelap dan dingin. Demikian karena dindingnya hanya dilapisi tembok semen ala kadar, tak berkeramik. Atapnya pun tinggi, bukan dengan eternit tapi bilik. Suasana seperti ini mengingatkan Srintil pada jamban kakeknya. Hingga tua kakek itu tak bisa merasakan kenyamanan berjamban sendiri.
Di kamar mandi itulah Srintil dimandikan oleh Mak. Selesai mandi lantas Mak mendoakannya. Dalam keadaan terheran heran karena kejadian tersebut, Srintil pun terbangun.
“Kenapa tidak cerita sejak pagi?”, Gus Man, suaminya bertanya. Ia lantas melanjutkan, “Aku kan bisa ke perpustakaan untuk lihat tafsirnya di kitab tafsir mimpi”.
Hujan deras tak reda reda di sini. Itu makanya hingga jam 22.07 ini Gus Man tidak pergi ke perpustakaan itu.
“Bagaimana mas? kira kira menurutmu apa sih arti mimpi itu?”, Srintil bertanya dengan mata penuh harap. “Kalau ditafsir kasar, mandi adalah simbol kebersihan dan kesucian. Ketika orang hendak pergi, ia akan mandi terlebih dulu agar tubuhnya lebih baik dan segar. Mak yang memandikanmu. Kemudian membekalimu dengan doa. Ini artinya kamu sedang dipersiapkan atau sedang diproses menuju keberangkatan ke sesuatu yang lebih baik bagi dirimu. “
Perbincangan pun terhenti…