“Sol patuu!”

“Puuuk…kurupuk”

“Piiiim”

“Las panci…las katel”

“Hordeng! hordeng!”

“Koran bekas, botol botol..”

“towet..towet…balon..balon”

“Putuuuu..putuuuuu”

“Servis payung..servis payung”

Satu Tanggapan ke “Perjuangan hidup bapak-bapak kita demi sekilo beras campur pasir Rp. 3000,-”

  1. jack berkata

    wildlife is balance..
    eat and to be eat..

    human also..

    maksude, harus ada keseimbangan, tergantung peran apa yang diperoleh di dunia, wong kita juga hidup dalam kompetisi kog, kalo kita susah juga ga ada yang nolong, dunia hewan memberi contoh kongkret yang tak kan pernah diakui oleh orang2 yang berjiwa humanis, harus ada peran yang terisi baik yang sanggup makan beras campur pasir, juga peran yang makan beras kualitas tertinggi, posisi ini di alam harus terisi, hanya yang paling unggul dalam berpikir yang akan survive dan sukses..
    jadi ya udah resiko bagi yang menjalankan peran tsb.

Tinggalkan Balasan